GEMPITA KARENA VIRUS CORONA
Dalam dua pekan terakhir, dunia dihebohkan dengan munculnya wabah virus jenis baru. Virus tersebut disinyalir masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS yang termasuk dalam jenis virus corona. Namun, jenis virus yang baru ini merupakan jenis yang berbeda yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Para peneliti menyebutnya sebagai 2019-nCoV atau virus novel corona.
Virus tersebut berasal dari kota Wuhan, Cina. Para ahli masih berspekulasi mengenai asal virus tersebut. Sebagian besar berpendapat virus 2019-nCoV berasal dari hewan-hewan yang diperjualbelikan di pasar tradisional Wuhan. Selain menjual hewan laut, pasar tersebut memang menjual berbagai macam hewan yang tidak lazim dikonsumsi, misalnya kelelawar, tikus dan ular. Mengingat jenis virus corona yang menjadi penyebab wabah SARS berasal dari kelelawar dan babi, maka besar kemungkinan virus 2019-nCoV juga berasal dari hewan yang sama.
Spekulasi lain menyebutkan, virus tersebut berasal dari fasilitas laboratorium Wuhan yang bocor. Di kota Wuhan memang terdapat 2 laboratorium biologi yang didirikan untuk meneliti patogen hidup, yaitu Wuhan National Biosafety Laboratory (terletak di area Wuhan Institute of Virology) dan Wuhan Institute of Biological Products. Itulah mengapa virus yang mewabah ini merupakan jenis virus corona yang telah bermutasi.
Berdasarkan data yang diperoleh tanggal 30 Januari 2020, telah terdapat 18 negara yang terinfeksi 2019-nCoV dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 171 orang. Jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 8.235 kasus di seluruh dunia. Gejala yang dapat diidentifikasi dari terjangkitnya virus ini yaitu penderita terkena demam, batuk, muntah, diare dan sesak napas, serta sebelumnya diduga melakukan kontak dengan penderita atau baru saja kembali dari wilayah yang terinfeksi.
Pemerintah China mengklaim sebanyak 143 orang telah dinyatakan sembuh dari infeksi 2019-nCoV. Namun belum jelas obat apa yang diberikan kepada para pasien. Beberapa sumber menyebutkan, pasien diberikan jenis obat antiretroviral seperti yang biasa diberikan pada penderita HIV. Namun, infeksi virus novel corona ini secara umum hampir sama seperti infeksi virus lainnya, yakni ketika daya tahan tubuh penderitanya bagus, maka pemulihan dapat terjadi lebih cepat.
Di negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia seperti Singapura, Malaysia dan Australia, telah ditemukan warga yang positif terinfeksi virus novel corona. Di Indonesia sendiri sempat ditemukan beberapa orang yang dicurigai terinfeksi virus ini, namun sudah dipastikan bahwa mereka menderita asma akut, bukan infeksi 2019-nCoV.
Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh WHO untuk mencegah penularan infeksi 2019-nCoV:
- sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang berbasis alkohol
- tutup mulut dengan tangan atau tisu saat batuk atau bersin. Segera buang tisu dan bersihkan tangan
- hindari kontak langsung dengan penderita demam dan batuk
- jika menderita demam, batuk dan sesak napas, segera cari perawatan medis lebih awal dan informasikan riwayat perjalanan sebelumnya dengan penyedia layanan kesehatan
- saat mengunjungi langsung pasar di daerah yang saat ini terinfeksi virus novel corona, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang terkena kontak langsung dengan hewan
- hindari konsumsi produk hewan mentah atau setengah matang. Produk hewani harus diolah dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi silang dengan jenis makanan lain, sesuai dengan prosedur pengolahan makanan yang baik

Comments
Post a Comment